Senin, 06 Maret 2017

Menurutku Mengenai Pendidikan di Indonesia


Setelah hampir 2 tahun saya menjalani perkuliahan dijurusan PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar) dan menjalani praktek langsung di beberapa sekolah dasar di Yogyakarta, saya melihat berbagai perpedaan atau perubahan cara guru mengajar pada beberapa sekolah. Posisi guru yang dulunya menjadi pusat pada kegiatan belajar mengajar, sekarang berubah menjadi vasilitator. Guru menjadi pusat dalam artian saat proses pembelajaran guru jauh lebih aktif daripada siswanya. Siswa hanya menerima semua materi dari guru. Alasan mengapa guru jauh lebih aktif karena guru lebih banyak ceramah untuk menyampaikan materi, sementara siswa cenderung diminta diam, mendengarkan, dan mencatat semua materi yang diberikan oleh guru. Hal tersebut memang sebelumnya pernah saya rasakan saat di sekolah dasar. Saya pribadi cenderung lebih mudah bosan saat guru menjelaskan semua materi di depan kelas. Terkadang hal tersebut memang tidak disadari oleh guru saat mengajar, karena mereka pun bisa saja dituntut pihak sekolah untuk menjapai tujuan tertentu yang membuat guru lebih memilih cara mengajar yang sudah saya jelaskan di atas.

Semakin berkembangnya zaman, banyak perubahan yang terjadi pada dunia pendidikan terutama pada abad 21 ini. Pendidikan semakin dituntut untuk lebih maju mengikuti perkembangan teknologi yang ada. Perkembangan teknologi tersebut membuat semua informasi lebih mudah diakses baik oleh guru maupun siswa. Kemudahan tersebut tentu juga membuat siswa lebih kritis karena mungkin saja mereka sudah mengetahui suatu informasi dan pada saat pembelajaran yang sesuai, siswa tersebut menanyakan berbagai macam alasan mengenai informasi yang dia tahu sebelumnya. Semakin kritis siswa juga harus diimbangi guru yang kritis pula. Sekarang ini guru juga dituntut untuk lebih modern dan memiliki pengetahuan yang lebih luas dari pada siswannya, dengan begitu harus juga diikuti dengan perubahan proses pembelajaran di kelas. Tidak lagi guru sebagai pemberi materi tetapi sebagai vasilitator saat kegiatan belajar berlangsung.

Kemajuan dan perubahan tersebut memang harus diimbangi dengan perubahan cara mengajar guru di kelas. Teknologi yang sudah sangat maju harus digunakan dengan baik bagi proses pembelajaran. Siswa dituntut untuk lebih aktif saat di kelas, bisa saat diskusi atau mencari informasi yang sedang menjadi bahan pembelajaran di kelas. Sementara guru lebih kepada membimbing siswanya saat belajar, menjawab saat siswa memiliki pertanyaa, dan membernarkan ketika ada informasi yang keliru. Hal tersebut mungkin terlihat sulit dilakukan, apalagi sekarang ini sistem pembelajaran yang lebih condong kepada guru sudah sangat tertanam pada pendidikan di Indonesia.

Saya sebagai calon guru, lebih menyarankan kepada semua guru dan calon guru lainnya untuk merubah bagaimana cara mengajar di kelas. Jangan sia-siakan perkembangan yang ada di Indonesia, anak didik nantinya pasti akan lebih terbuka mengenai berbagai informasi jadi tentunya sudah tidak sesuai lagi jika kita hanya menggunakan ceramah di depan kelas. Merubah hal yang sudah tertanam memang sangat sulit, lebih lagi jika posisi kita ada pada minoritas. Pasti akan banyak tantangan jika kita hanya berjalan sendiri mengikuti perubahan yang ada. Tantangan yang ada seperti tuntutan pihak sekolah untuk mencapai tujuan tertentu memang membuat guru sulit bergerak bebas untuk merubah cara mengajar mereka. Namun sebenarnya jika kita berani melakukan perubahan perlahan-lahan dan menghasilkan sesuatu yang baik, pasti orang lain juga akan melirik dan mengukuti perubahan yang kita lakukan. Menurut saya pribadi, jangan buat anak didik tertekan dengan cara mengajar kita yang masih belum bisa mengikuti perkembangan zaman. Abad 21 adalah abad yang sangat terbuka dengan segala informasi yang ada artinya kita juga harus membebaskan anak didik kita untuk mengetahui hal tersebut. Posisikanlah kita calon guru ataupun guru sebagai vasilitator dan jadilah guru yang "luwes" terhadap perkembangan yang ada. Anak didik bukan lagi penerima materi tetapi pencari informasi saat proses pembelajaran dan guru hanya sebagai vasilitator yang baik untuk anak didiknya.

 

1 komentar: