Semasa saya sekolah dari SD-SMA memang di sekolah yang sangat baik dalam bidang teknologi karena sekolah tempat saya menempuh pendidikan merupakan salah satu sekolah swasta yang berada di Jakarta. Penggunaan teknologi yang sangat maju hingga pada usia SD pun kami sudah diberikan Mata Pelajaran Komputer untuk mengasah kemampuan kami dalam bidang teknologi. Pada saat pembelajaran pun, satu siswa mendapat satu komputer yang dapat digunakan saat pembelajaran berlangsung. Tidak hanya di SD, hal itu saya alami juga saat duduk di bangku SMP dan SMA. Tidak hanya fasilitas komputer saja, tetapi sekolah juga menyediakan WIFI yang dapat digunakan siswanya untuk mengerjakan tugas atau sekedar mencari informasi. Dengan kondisi seperti itu dapat dikatakan bahwa sekolah saya dulu sudah sangat baik dalam bidang teknologinya.
Akhir-akhir ini memang banya dibicarakan mengenai pergantian model ujian nasional yang awalnya menggunakan kertas menjadi berbasis komputer. Saat saya ujian sekitar tahun 2015, memang masih mengunakan pensil dan kertas karena belum ramai diperbincangkan mengenai penggunaan komputer. Namun tahun berikutnya tepat pada angkatan satu tahun di bawah saya, mereka sudah menggunakan komputer saat pelaksanaan ujian nasional. Saya pribadi tidak begitu paham apasaja kendala yang mereka rasakan ataupun pihak sekolah rasakan. Tetapi menurut saya pribadi memang pastinya ada kelebihan dan kelemahan atau kendala-kendala yang terjadi saat persiapan ataupun pelaksanaan karena baru pelaksanaan pertama.
Menurut saya, pihak sekolah mungkin kesulitan mempersiapkan komputer yang baik dengan koneksi yang baik supaya ujian tetap berjalan dengan lancar. Hal tersebut terjadi karena, sebelumnya belum ada pengalaman ujian dengan menggunakan kompeter. Kendala yang mungkin tiba-tiba terjadi saat pelaksanaan seperti tidak stabilnya listrik dan koneksi internet. Kendala seperti itu mungkin saja terjadi walaupun sudah kita persiapkan dengan baik.
Saat pelaksanaan, menurut saya pribadi memang lebih efektif menggunakan komputer karena siswa tidak perlu melingkari jawaban menggunakan pensil yang sebenarnya bisa memakan waktu cukup lama dan terkadang menghilangkan konsentrasi karena kelelahan. Terkadang saya sendiri merasa takut apakah saya sudah mengarsir dengan baik dan bisa dibaca oleh komputer saat diperiksa nantinya. Hal tersebut membuat pikiran saya terbagi menjadi dua antara harus menjawab soal dengan baik dan harus mengarsir dengan baik juga.
Ujian nasional berbasis komputer memang memiliki banyak kelebihan, tetepi tentu pasti banyak pihak yang keberatan karena tidak semua sekolah mampu mengikuti kebijakan tersebut. Tidak hanya kendala fasilitas tetapi juga koneksi internet dan listrik yang kadang tidak stabil membuat berbagai pihak takut jika banyak kendala saat pelaksanaan dan akhirnya akan memecah konsentrasi siswanya saat mengerjakan ujian. Menurut saya sendiri penggunaan komputer dalam pelaksanaan ujian memang sangat baik tetapi tetap harus memperhatikan pihak lainnya.
